Materi LDK 2012/2013

DASAR-DASAR ORGANISASI

الحق بلانظام سيغلبه الباطل بنظام

“Kebenaran yang tidak terorganisir akan dikalahkan oleh kebathilan yang terorganisir.” (Sayyidina Ali)

DefinisiOrganisasi

Epistimologis =====èalat atau bagian.

Terminologis =====èkumpulan dua orang atau lebih bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan bersama. Dengan suatu tata kerja yang teratur dan efisien yang mempersatukan antara satu bagian (perorangan atau kelompok kerja) dengan bagian yang lain.

Dari definisi di atas maka yang menjadi unsur-unsur organisasi adalah :

¨ kumpulan/kerjasama

¨ tujuan bersama

¨ tata kerja yang teratur dan efisien

Alasanberorganisasi

¨ Mengapa seseorang senantiasa berusaha untuk selau berhubungan dengan seseorang yang lain ?

¨ Mengapa dalam kehidupan kita, selalu saja kita tidak dapat melepaskan diri dari berhubungan dengan orang lain ? Menurut para ahli, jawaban dar ipertanyaan di atas adalah :

¨ Keterbatasan manusia

¨ faktor-faktor lingkungan (alam sekitar)

dari jawaban di atas dapat disimpulkan motivasi seseorang masuk atau mendirikan organisasi. Juga dapat diketahui fungsi dan tujuan dari sebuah organisasi.

Asas-Asas (Prinsip-prinsip) Organisasi

1. Perumusan tujuan dengan jelas.

2. Pembagian kerja yang jelas (Distribution of job/Departemenisasi).

Dalam pembagian tugas/kerja harus benar-benar diperhatikan apa tujuan dari organisasi, jangan sampai organisasi tahlil, misalnya, mempunyai bagian keamanan dan ketertiban. Yang juga perlu diperhatikan adalah jelasnya tugas yang dilimpahkan beserta daerah kekuasaan dari bagian yang ditugasi melaksanakan suatu tugas.

3. Pelimpahan wewenang dan tanggungjawab (delegasi).

Yang dimaksudkan di sini adalah penyerahan hak untuk melaksanakan suatu tanggungjawab dari suatu pejabat yang berada di atas kepada pejabat yang lain yang berada di bawah dan menangani pekerjaan tersebut, sekaligus dengan tanggungjawab atas apa yang terjadi dengan pekerjaannya, serta resiko yang muncul sebagai akibat dari pekerjaan tersebut. Sering terjadi pada beberapa pimpinan yang tidak dapat melepaskan bawahannya melaksanakan tugasnya dan memikul tanggungjawab. Sepintas pimpinan seperti itu terlihat baik dan mengayomi bawahannya, tapi untuk jangka panjang hal tersebut hanya akan menimbulkan ketergantungan dan ketidakdewasaan bawahan. Perlu selalu diingat bahwa organisasi adalah milik seluruh anggota organisasi, bukan hanya milikseorang pimpinan/ketua saja.

4. Kesatuan perintah/komando (unity of command).

Dalam sebuah organisasi haruslah jelas siapakah yang member perintah dan menerima laporan pertanggungjawaban. Apabila hal ini tidak jelas akan menimbulkan kebingungan dari pelaksana tugas.

5. Fleksibilitas (kelenturan).

Sebuah organisasi harus lentur dan tidak kaku. Misalnya tentang struktur organisasi, jumlah departemen, tujuan organisasi, sepanjang tidak mengganggu jalannya organisasi dan terlaksananya program.

6. Koordinasi.

Pentingnya koordinasi adalah berlangsungnya setiap program dari berbagai bagian dengan pedoman utama adalah tujuan utama dari organisasi secara keseluruhan. Koordinasi dapat dilaksanakan dengan baik dengan cara mengembangkan kemampuan komunikasi yang baik dan tenggang rasa.

Bentuk-bentuk Organisasi

Ditinjau dari jumlah pimpinan :

¨ Bentuk tunggal : apabila pimpinannya adalah seorang ketua tunggal, meski dibantu oleh beberapa wakil ketua.

¨ Bentuk jamak : apabila pimpinannya terdiri dari beberapa orang (dewan).

Ditinjau dari fungsi :

¨ Organisasi umum

¨ kepanitiaan :suatu organisasi yang dibentuk untuk suatu keperluan yang bersifat sementara dan hanya bekerja untuk suatu batas waktu tertentu.

Penutup

Demikian sekilas pintas tentang dasar-dasar organisasi. Yang terpenting dari upaya belajar organisasi adalah mempraktekkan cara berorganisasi secara langsung.

DASAR-DASAR MANAJEMEN

Pendahuluan

Organisasi ======èalat untuk mencapai suatu tujuan bersama

Manajemen======è proses untuk menggerakkan dan mengatur organisasi

Manajer=========è orang yang menggerakkan dan mengatur organisaasi

Pengertian

Etimologis ==èdiambil dari bahasa Inggris to manage, yang artinya :mengurus, mengatur, melaksanakan atau mengelola.

Terminologi==èManajemen sebagai seni, kemampuan dan atau keterampilan pribadi serta suatu proses (cara sistematis) dalam menyelesaikan masalah.

Unsur-unsurdasarmanajemen

a. Men (manusia)

Adalah orang-orang yang mengerjakan suatu program, yang dalam proses manajemen adalah orang yang digerakkan.

b. Materials (bahan-bahan untuk melaksanakan program)

Adalah sesuatu (bias berupa barang nyata atau tidaknyata) yang darinya dibentuk suatu produk (sesuatu yang dihasilkan) yang nantinya adalah merupakan sesuatu yang jadi tujuan bersama.

c. Machines (sarana/alat untuk melaksanakan program)

Adalah sesuatu alat yang dengannya kita menuju suatu produk yang kita inginkan.

d. Methods (tatakerja/aturan)

Adalah seperangka aturan yang mengatur kerja dari masing-masing orang/kelompok dalam organisasi, untuk disepakati bersama, sehingga tidak terjadi benturan atau tumpang tindih (over lapping) dalam pelaksanaan kerja dalam mencapai tujuan bersama.

e. Money (dana/uang)

Fungsi-fungsi dasar manajemen

Fungsi dasar manajemen adalah kegunaan dasar dari diterapkannya manajemen, yang dari hal tersebut kemudian di laksanakan proses manajemen. Fungsi-fungsi dasar manajemen adalah :

  • · Planning (Perencanaan)
  • · Organizing (Pengorganisasian)
  • · Actuating (Pelaksanaan)
  • · Controlling (Pengawasan)

Proses manajemen

Yang dimaksud dengan proses manajemen adalah pelaksanaan dari fungsi dasar manajemen. Sedang f

fase-fase(tahapan-tahapan) dari proses manajemen adalah :

1. FASE PLANNING

Pada fase ini ditetapkan apa yang akan dilaksanakan oleh anggota organisasi untuk menyelesaikan pekerjaan demi tercapainya tujuan bersama. Untuk memudahkan proses ini bias dilaksanakan dengan cara menetapkan 5 W 2 H-nya dulu. Yaitu:

¨ What (apa program yang akan dilaksanakan ?)

¨ Why (mengapa harus dilaksanakan ?)

¨ Who (siapa yang akan melaksanakan ?)

¨ Where (di mana akan dilaksanakan ?)

¨ When (kapan rencananya akan dilaksanakan ?)

¨ How (bagaimana cara melaksanakannya ?)

¨ How Much (berapa biaya yang dibutuhkan ?) .

2. ORGANIZING

Membagikan atau mengalokasikan tugas-tugas kepada anggota/kelompok, mendelegasikan mandate dan tanggungjawab, dan menetapkan hubungan kerja antar anggota/kelompok.

3. FASE ACTUATING

Menggerakkan anggota/kelompok secara efisien dan efektif menuju sasaran/tujuan. Dalam penggerakan ini seorang manajer dituntut untuk mempunyai keahlian dalam komunikasi, kepemimpinan, perundingan dan lain-lain.

4. FASE CONTROLLING

Setelah organanisasi bergerak sesuai dengan yang diharapkan manajer, maka fase selanjutnya adalah senantiasa melaksanakan pengawasan atau pengendalian agar perjalanan organisasi sesuai yang di inginkan oleh manajer.

Penutup

Tujuan utama dari penerapan manajemen adalah penggerakan organisasi menuju suatu tujuan bersama yang telah ditargetkan dan ditentukan bersama, dengan cara menggerakkan orang atau sekelompok orang. Akan tetapi terkadang ada orang orang yang tidak mempunyai kesadaran berorganisasi yang baik, yang tidak dapat melihat fungsi dari manajemen. Dalam pandangan mereka sesuatu itu harus dilaksanakan apa adanya tanpa harus ada pengaturan dan pembagian kerja. Dalam menghadapi tipe orang seperti ini kita harus hati-hati dan pandai-pandai memberikan pengertian terhadap mereka, dan selalu mengingat bahwa tidak setiap teori dapat diterapkan di setiap tempat dan setiap keadaan. Demikian juga teori-teori manajemen.

ADMINISTRASI DAN KESEKRETARIATAN

Definisi Administrasi

Administrasi sebagai pekerjaan ketatausahaan dan kesekretariatan, yaitu meliputi pekerjaaan yang berhubungan dengan surat menyurat, dokumentasi, pendaftaran (registrasi), dan kearsipan, dalam setiap usaha kerja sama yang teratur untuk mencapai tujuan tertentu.

Administrasi Keuangan

5 hal administrasi keuangan, yaitu:

  1. Kekuasaan keuangan
  2. Pengurusan keuangan
  3. Cara memasukkan data keuangan dalam buku kas
  4. Isi buku kas (informasi keuangan)
  5. menutup buku kas

Fungsi Utama Kesekretariatan

1. Memperlancar roda/system organisasi, yaitu mencatat semua kegiatan manajemen dan alat pelaksana kegiatan ketatausahaan.

2. Mengatur lalu lintas informasi.

3. Sebagai pusat arsip dan dokumentasi.

Ruang Lingkup Kesekretariatan

1. Administrasi

a. Pengelolaan surat-menyurat

b. Membuat notulen syuro dan laporan kegiatan

c. Penyusunan system kepustakaan dengan mendokumentasikan arsip-arsip dari dalam/luar.

2. KeRumahTanggan (RuTang)

a. Penyiapan alat/kebutuhan dan tempat kesekretariatan yang representative.

b. Penyusunan daftar inventaris (barang yang dimiliki organisasi) dan memantaunya.

3. Personalia (urusan keanggotaan) dan komunikasi

Kegiatan Kesekretariatan

Kesekretariatan merupakan unit organisasi yang melaksanakan pekerjaan pelayanan atau jasa-jasa perkantoran dalam bidang ketatausahaan. Kegiatan yang dilakukan oleh bagian kesekretariatan meliputi:


No

Aktifitas

Uraian

1

Menyelenggarakankorespodensi
  • · Memproses surat-menyurat
  • · Mengonsep surat
  • · Mengetik surat
  • · Menggandakan surat
  • · Mengatur pengantaran surat
  • · Mengagendakan keluar masuknya surat

2

MenyelenggarakanPekerjaan kearsipan
  • · Menyusun arsin
  • · Menyimpan dan memelihara arsip
  • · Melayani dan mengatur peminjaman arsip

3

Menyelenggarakan tata-hubungan eksternal/internal(fungsi Humasy)
  • · Internal :melakukan hubungan baik dalam lingkungan kerja
  • · Eksternal: melakukan hubungan baik dengan masyarakat di luar organisasi

4.

Menyelenggarakan pengaturan kunjungan
  • · Menyediakan buku tamu
  • · Menyediakan sarana yang dibutuhkan

Contoh-contoh Format Administrasi

a. BUKU KAS

BUKU KAS

OSIS MA. NURUL ULUM

Bulan :……………………….Tahun :………………

No.

Hari/Tanggal

Uraian

Debet

Kredit

Saldo

Jumlah

Mengetahui

Ketua Bendahara (pejabat keuangan)

(__________) (_______________________)

b. BUKU TAMU

BUKU TAMU/KUNJUNGAN

OSIS MA. NURUL ULUM

No

Waktu

Nama

Alamat

Delegasi

Keperluan

Paraf

Penerima

Hari/Tgl

Jam

c. BUKU INVENTARIS

BUKU INVENTARIS

OSIS MA. NURUL ULUM

NO

JENIS/NAMA BARANG

JUMLAH

TEMPAT

KONDISI

KODE

KET.

 

 

d. DAFTAR PERSONALIA PENGURUS

DAFTAR PERSONALIA PENGURUS

OSIS MA. NURUL ULUM

Masa Khidmah : /

No

Nama

Tempat, tanggal Lahir

Alamat

Pendidikan Terakhir

Amanah

Ket.

e. KALENDER KEGIATAN

KALENDER KEGIATAN (JURNAL AKTIFITAS)

OSIS MA. NURUL ULUM

Masa Kerja : /

No

Kegiatan

Januari

Pebruari

Maret

April

1

3

2

4

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

f. DAFTAR HADIR

DAFTAR HADIR (PRESENSI)

OSIS MA. NURUL ULUM

Acara :_____________________

Hari/Tanggal :_____________________

Tempat :_____________________

No

N a m a

Bidang

Alamat & No. Telp.

Paraf

 

 

g. BUKU NOTULENSI

Acara :__________________

Hari/Tanggal :__________________

Tempat :__________________

Waktu :__________________

Agenda Pertemuan : 1.

2.

3.

Pembahasan dan keputusan:

  1. ___________________________________
  2. ___________________________________
  3. ___________________________________
  • · manfaat buku Notulensi ini:

1. sebagi laporan sekaligus dokumen kegiatan/pertemuan

2. Bisa dijadikan sumber rujukan dan bahan untuk aktifitas-aktifitas atau pertemuan-pertemuan di masa datang agar terjadi peningkatan efisiensi dan efektifitas kegiatan.

SURAT MENYURAT

Pendahuluan

Dalam suatu organisasi, keberadaan surat menyurat sangatlah penting. Surat menyurat terkadang disebut dengan Administrasi. Banyak sekali kegunaan surat menyurat dalam kegiatan organisasi maupun dalam kehidupan sehari-hari. Di zaman ini hampir-hampir kita tidak bisa melepaskan diri dari administrasi dan surat menyurat, seperti KTP, SIM, SKKB, akte tanah, dll. Karena itu pengetahuan tentang adminstrasi dan surat menyurat adalah merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh setiap pelaku organisasi.

Arti Dan Fungsi Surat

Ditinjau dari segi isinya surat adalah jenis karangan (komposisi) paparan. Di dalam surat tersebut penulis berusaha mengemukakan maksud dan tujuannya serta menjelaskan apa yang dipikirkan dan dirasakannya.Apabila ditinjau dari peraturannya maka surat adalah percakapan yang tertulis. Sejenis dengan percakapan (dialog/conversation/muhadatsah) yang biasa kita lakukan sehari-hari, meski masing-masing mempunyai kelebihan dan kelemahan tersendiri. Sedang fungsi dari surat adalah :

¨ Sebagai alat komunikasi

¨ Sebagai alat bukti tertulis

¨ Sebagai alat pengingat

¨ Sebagai alat bukti historis

¨ Sebagai duta organisasi

¨ Sebagai pedoman kerja

Wujud, Jenis, Bentuk Dan Bahasa Surat

Wujud surat yang kita kirimkan bisa berupa : kartu pos, warkat pos, surat bersampul (beramplop), memo, nota dan telegram.

Jenis suratberdasarkan isinya dibagi menjadi :

1. Surat pribadi, berisi masalah pribadi yang dikirimkan perorangan

2. Surat dinas/resmi, berisi masalah kedinasan atau administrasi pemerintah/organisasi.

Karena sifatnya resmi maka surat resmi harus ditulis dengan bahasa yang resmi. Contoh surat resmi di antaranya adalah surat keputusan, instruksi (surat perintah), surat tugas, surat edaran, surat panggilan, nota dinas, penguimuman, dan surat undangan rapat organisasi/dinas.

3. Surat niaga/dagang, berisi masalah perniagaan/perdagangan. Contoh surat perniagaan adalah surat permintaan penawaran, surat pesanan, surat tagihan, dll.

Bentuk surat ialah susunan letak bagian-bagian surat. Variasi susunan bagian-bagiannya menyebabkan timbulnya bermacam-macam bentuk surat. Dalam menulis surat hendaknya dipilihbentuk yang tepat, untuk memperoleh kemudahan dan keseragaman dalam administrasi. Dalam surat menyurat resmi ada lima bentuk surat, yaitu :

1. Lurus penuh

2. Lurus

3. Setengah lurus

4. Resmi Indonesia lama

5. Resmi Indonesia baru

Bahasa yang dipakai dalam surat resmi adalah bahasa baku. Bahasa baku adalah bahasa yang benar menurut kaedah bahasa dan sudah dilazimkan/telah dianggap biasa dalam penggunaan sehari-hari. Bahasa baku dapat dikenali dari ejaannya, pemakaian kata, bentuk kata dan kalimat.

Bagian-Bagian Surat

Bagian-bagian surat resmi yang lengkap adalah sebagai berikut :

1. Kepala (Kop)

2. Nama tempat dan tanggal

3. Nomor

4. Lampiran (lamp.)

5. Hal/perihal

6. Alamat

7. Salam pembuka

8. Isi (batang tubuh surat)

9. Salam penutup

10. Tanda tangan

11. Nama terang

12. Jabatan penanda tangan

13. Tembusan

14. Stempel

1. Kepala surat, biasanya diketik dipinggir kiri atas tapi boleh juga diketik di tengah. Kepala surat berisi nama organisasi/perusahaan, lambang organisasi, alamat organisasi, nomor telepon (kalau ada), nomor kotak pos (kalau ada). Kepala surat penting sekali untuk menunjukkan resmi atau tidaknya organisasi yang mengirim surat tersebut. Apabila organisasinya sudah mantap, maka lebih baik kepala surat dicetak, tidak diketik.

2. Tanggal surat, diketik dipinggir kanan bawah di atas tanda tangan atau jabatan penanda tangan surat. Bisa juga ditulis di kiri atas atau kanan atas. Dalam penulisan tanggal tidak boleh disingkat, seperti 3 Jan. 2001 atau 3 – 1 – 2001, tapi harus ditulis 3 Januari 2001.

3. Nomor, surat resmi selalu diberi nomor urut, kode, dan tahun.

Contoh : OSIS MANU/A-I/01/I-2001

Keterangan :

OSIS MANU adalah kode bahwa surat dikeluarkan oleh OSIS MA. NURUL ULUM,

A-I adalah kode surat keluar untuk masyarakat luas,

01 adalah nomor urut surat,

I-2013 adalah keterangan tentang bulan dan tahun.

Contoh kode surat adalah sebagai berikut :

A-I : Surat keluar untuk masyarakat luas.

A-II:Surat keluar untuk mohon sumbangan.

A-III:Surat keluar untuk Organisasi lain.

A-IV: Surat keluar untuk siswa MA. Nurul Ulum

4. Lampiran (Lamp.), lampiran adalah sesuatu yang disertakan dalam sebuah surat misalnya proposal, ijazah dan lain sebagainya.

5. Hal/Perihal, bagian ini menunjukkan isi atau inti surat secara singkat. Dengan membaca Hal/Perihal maka sipenerima surat dapat mengetahui dengan cepat masalah/hal apa yang ditulis dalam surat tersebut. Untuk itu Hal/Perihal ditulis secara singkat dan jelas.

6. Alamat surat, bagian ini ada dua, alamat yang diletakkan di bagian luar surat (amplop) dan alamat yang diletakkan di bagian dalam surat. Alamat dapat menyebutkan nama orang/nama jabatan, nama jalan dan nomor rumah, serta nama kota. Sedang untuk yang disampaikan bagi pengurus internal organisasi biasanya cukup di beri alamat : di tempat. Untuk penulisan nama orang, jabatan, daerah, jalan harus diawali dengan huruf kapital, serta penulisannya harus cermat dan tidak merubah tulisan. Di depan nama diberi kata Yang Terhormat (disingkat Yth.). Dan diberi kata sapaan Saudara (Sdr.), Bapak dan Ibu

7. Salam Pembuka, adalah merupakan tanda hormat pengirim sebelum ia berbicara dalam surat. Salam pembuka bisa menggunakan Assalamualaikum Wr. Wb. Atau dengan memakai kata : dengan hormat.

8. Isi surat, terdiri dari tiga bagian : pembukaan, isi dan maksud surat, dan penutup.

9. Salam penutup, ditulis setelah penutup surat dan kemudian diberi koma.

10. Tanda tangan, diletakkan setelah salam penutup, atau di letakkan setelah nama jabatan penanda tangan. Apabila surat ditanda tangani oleh ketua dan sekretaris maka ketua berada disebelah kiri surat dan sekretaris berada di sebelah kanan surat.

11. Nama terang, adalah nama dari penanda tangan surat. Harus di awali dengan huruf kapital dan tidak usah di ahiri dengn titik. Dan menurut peraturan terbaru tidak usah memakai garis bawah.

12. Jabatan penanda tangan, bagian ini ditulis di bawah salam penutup atau di bawah tanggal, apabila tanggalnya ditulis di bagian kanan bawah. Atau bisa juga ditulis di bawah nama penanda tangan, dan tetap tidak usah garis bawah di bawah nama penanda tanga.

13. Tembusan, atau sering disebut dengan c.c. (carbon copy). Tembusan dibuat apabila ada pihak-pihak lain yang dianggap perlu mengetahui isi surat tersebut atau mempunyai sangkut paut dengan isi surat akan tetapi bukan merupakan pihak yang menjadi tujuan utama dari surat. Tembusan ditulis di bagian bawah kiri surat lurus dengan tulisan nomordan lampiran.

14. Stempel, adalah tanda bahwa surat tersebut betul-betul dikirimkan oleh lembaga yang namanya tertera dalam stempel tersebut. Untuk menghindari pemalsuan dengan cara poto copy, maka sebaiknya tinta stempel tidak berwarna hitam. Stempel di letekkan di bagian kanan bawah surat apabila surat tersebut ditanda tangani oleh ketua dan sekretaris (dibagian nama sekretaris). Sedang apabila surat hanya ditanda tangani oleh satu orang saja, maka stempel diletakkan di atas nama penanda tangan surat tersebut. Menurut kebiasaan, stempel adalah sesuatu yang sangat berharga dan tidak setiap orang bisa mempergunakannya, hanya sekretaris atau ketua saja yang mengetahui keberadaan stempel tersebut.

CONTOH BENTUK LURUS

OSIS MA. NURUL ULUM

LAJING AROSBAYA BANGKALAN 69151

Nomor : OSISMANU/A-I/12/III-2012

Lamp. : -0-

Perihal : Undangan

Kepada Yth. :

Tokoh Masyarakat Desa Lajing

Di

Lajing

Assalamualaikum Wr. Wb.

Dimohon dengan hormat kehadiran Bapak/Ibu/Saudara dalam rapat persiapan kegiatan Idul Qurban, yang Insya Allah akan dilaksanakan pada :

Hari            :  Sabtu

Tanggal      :  1 Januari 2013

Waktu        :  Jam 08.00 WIB

Tempat       :  Kantor OSIS MA NURUL ULUM

Sehubungan dengan pentingnya acara tersebut kami harap hadir tepat waktu.

Demikian undangan kami, atas perhatian Bapak/Ibu/Saudara kami sampaikan terima kasih.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

1 Januari 2013

Ketua,                                                                   Sekretaris,

Syamsul Arifin                                                      Sholihah


BENTUK SETENGAH LURUS

OSIS MA. NURUL ULUM

LAJING AROSBAYA BANGKALAN 69151

Nomor : YPAR/B-II/Perm/III-2001 5 Agustus 2001

Lamp. : 1 (satu) bendel Proposal

Perihal : Permohonan Sumbangan

Kepada Yth. :

Kaum Muslimin dan Muslimat

Di

Kediaman

Assalamulaikum Wr. Wb.

Diberitahukan dengan hormat, bahwa sehubungan dengan makin banyaknya anak asuh yang kami bina, maka Yayasan Panti Asuhan Ar-Rohmah berniat untuk menambah gedung dan pengadaan fasilitas belajar. Rencana tersebut diperkirakan akan menelan biaya sebesar Rp. 132.000.000 (seratus juta tiga puluh dua juta rupiah.

Sehubungan dengan keterbatasan kami dalam memikul biaya pembangunan gedung tersebut, maka kami mohon sumbangan dari kaum Muslimin dan Muslimat demi lancarnya pembangunan gedung tersebut. Sebagai pertimbangan Bapak/Ibu kami lampirkan proposal.

Demikian permohonan kami, atas kesediaan Bapak/Ibu kami sampaikan terima kasih.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Ketua Panitia, Sekretaris,

Martono Markoya

SEKILAS TENTANG OSIS

A. Sejarah Terbentuknya OSIS

Sebelum lahirnya OSIS, di sekolah-sekolah tingkat SLTP dan SLTA terdapat organisasi yang bebagai macam corak bentuknya. Ada organisasi siswa yang hanya dibentuk bersifat intern sekolah itu sendiri, dan ada pula organisasi siswa yang dibentuk oleh organisasi siswa di luars ekolah. Organisasi siswa yang dibentuk dan mempunyai hubungan dengan organisasi siswa dari luar sekolah, sebagian ada yang mengarah pada hal-hal bersifat politis, sehingga kegiatan organisasi siswa tersebut dikendalikan dari luar sekolah sebagai tempat diselenggarakannya proses belajar mengajar.

Akibat dari keadaan yang demikian itu, maka timbullah loyalitas ganda, disatu pihak harus melaksanakan peraturan yang dibuat Kepala Sekolah, sedang dipihak lain harus tunduk kepada organisasi siswa yang dikendalikan di luar sekolah.

Dapat dibayangkan berapa banyak macam organisasi siswa yang tumbuh dan berkembang pada saat itu, dan bukan tidak mungkin organisasi siswa tersebut dapat dimanfaatkan untuk kepentingan organisasi di luar sekolah.

Itu sebabnya pada tahun 1970 sampai dengan tahun 1972, beberapa pimpinan organisasi siswa yang sadar akan maksud dan tujuan belajar di sekolah, ingin menghindari bahaya perpecahan di antara para siswa intra sekolah di sekolah masing-masing, setelah mendapat arahan dari pimpinan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Pembinaan dan pengembangan generasi muda diarahkan untuk mempersiapkan kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional dengan memberikan bekal keterampilan, kepemimpinan, kesegaran jasmani, daya kreasi, patriotisme, idealisme, kepribadian dan budi pekerti luhur.

Dalam konteks keislaman dan ke-Al-Khoirot-an, Pemuda santri merupakan energi dan asset terbesar ummat sekaligus tumpuan harapan yang akan menegakkan kembali izzul Islam wal muslimin. Siswi Madrasah Al-Khoirot sebagai bagian dari pemuda Islam yang berada pada institusi pendidikan pesantren, diharapkan memiliki jiwa kepemimpinan dan sensivitas terhadap lingkungannya, yang pada gilirannya mampu mengambil peran dengan berusaha keras mengenalkan Islam, mengajak dan membimbing ummat untuk berada dalam suasana Islami, menjaga ummat dengan nilai Islam dan membentuk masyarakat dengan kepribadian Islam.

Oleh karena itu pembangunan wadah pembinaan generasi muda di lingkungan sekolah yang diterapkan melalui Organisasi Siswa Intra Sekolah( OSIS ) perlu ditata secara terarah dan teratur.

Ditetapkan “OSIS” sebagai salah satu jalur pembinaan kesiswaan secara nasional. Jalur tersebut terkenal dengan nama “Empat Jalur Pembinaan Kesiswaan”, yaitu:

  1. Organisasi Kesiswaan
  2. Latihan Kepemimpinan
  3. KegiatanEkstrakurikuler
  4. KegiatanwawasanWiyatamandala

Dengan dilandasi latar belakang sejarah lahirnya OSIS dan berbagai situasi, OSIS dibentuk dengan tujuan pokok :

1. Menghimpun ide, pemikiran, bakat, kreativitas, serta minat para siswa ke dalam salah satu wadah yang bebas dari berbagai macam pengaruh negative dari luar sekolah

2. Mendorong sikap, jiwa dan semangat kasatuan dan persatuan di antara para siswa, sehingga timbul satu kebanggaan untuk mendukung peran sekolah sebagai tempat terselenggaranya proses belajar mengajar.

3. Sebagai tempat dan sarana untk berkomunikasi, menyampaikan pemikiran, dan gagasan dalam usaha untuk mematangkan kemampuan berfikir, wawasan, dan pengambilan keputusan.

B. Pengertian OSIS

Di dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 226/C/Kep/0/1992 disebutkan bahwa organisasi kesiswaan di sekolah adalah OSIS. OSIS adalah Organisasi Intra Sekolah. Masing-masing kata mempunyai pengertian :

a. Organisasi; dalam hal ini dimaksudkan sebagai satuan atau kelompok kerjasama para siswa yang dibentuk dalam usaha mencapai tujuan bersama, yaitu mendukung terwujudnya pembinaan kesiswaan.

b. Siswa, adalah peserta didik pada satuan pendidikan dasar dan menengah

c. Intra, berarti terletak di dalam dan di antara. Sehingga suatu organisasi siswa yang ada di dalam dan di lingkungan sekolah yang bersangkutan

d. Sekolah adalah satuan pendidikan tempat menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar, yang dalam hal ini Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah atau Sekolah/Madrasah yang sederajat

C. Fungsi

Sebagai salah satu jalur dari pembinaan kesiswaan, fungsi OSIS adalah

a. Sebagai Wadah

OSIS merupakan satu-satunya wadah kegiatan para siswa di sekolah bersama dengan jalur pembinaan yang lain untuk mendukung tercapainya pembinaan kesiswaan.

b. Sebagai Motivator

Motivator adalah perangsang yang menyebabkan lahirnya keinginan dan semangat para siswa untuk berbuat dan melakukan kegiatan bersama dalam mencapai tujuan.

c. Sebagai Preventif

Apabila fungsi yang bersifat intelek dalam arti secara internal OSIS dapat menggerakkan sumber daya yang ada, dan secara eksternal OSIS mampu beradaptasi dengan lingkungan, seperti menyelesaikan persoalan perilaku menyimpang siswa dan sebagainya. Dengan demikian secara preventif OSIS ikut mengamankan sekolah dari segala ancaman dari luar maupun dari dalam sekolah. Fungis preventif OSIS akan terwujud apabila fungsi OSIS sebagai pendorong lebih dahulu harus dapat diwujudkan.

D. Tujuan

1. Menghimpun ide, pemikiran, bakat, kreativitas, serta minat para siswa ke dalam salah satu wadah yang bebas dari berbagai macam pengaruh negative dari luar sekolah

2. Mendorong sikap, jiwa dan semangat kasatuan dan persatuan di antara para siswa, sehingga timbul satu kebanggaan untuk mendukung peran sekolah sebagai tempat terselenggaranya proses belajar mengajar.

3. Sebagai tempat dan sarana untk berkomunikasi, menyampaikan pemikiran, dan gagasan dalam usaha untuk mematangkan kemampuan berfikir, wawasan, dan pengambilan keputusan.

4. Memahami, menghargai lingkungan hidup dan nilai-nilai moral dalam mengambil keputusan yang tepat.

E. Perangkat OSIS

Perangkat OSIS terdiri dari Pembina OSIS, perwakilan kelas, dan pengurus OSIS.

1. Pembina OSIS, terdiri dari :

  • · Kepala Sekolah, sebagai Ketua
  • · Wakil Kepala Sekolah bagiaN kesiswaan, sebagai Wakil Ketua
  • · Guru, sebagai anggota,

Tugas Pembina OSIS:

1) Bertanggung jawab atas seluruh pengelolaan, pembinaan, dan pengembangan OSIS di sekolahnya;

2) Memberikan nasihat kepada perwakilan kelas dan pengurus OSIS.
3) Mengesahkan keanggotaan perwakilan kelas dengan Surat Keputusan Kepala Sekolah;
4) Mengesahkan dan melantik pengurus OSIS dengan Surat Keputusan Kepala Sekolah;
5) Menghadiri rapat-rapat OSIS, bila diperlukan.
6) Mengadakan evaluasi terhadap pelaksanaan program kerja OSIS.

2. Majelis Perwakilan Kelas (MPK)

Terdiri atas 2 (dua) orang dari setiap kelas ;

Tugas MPK :
1) Mewakili kelasnya dalam rapat perwakilan kelas ;
2) Mengajukan usul kegiatan untuk dijadikan program kerja OSIS;
3) Mengajukan calon pengurus OSIS berdasarkan hasil rapat kelas ;
4) Memilih pengurus OSIS dari daftar calon yang telah disiapkan ;
5) Menilai laporan pertanggung jawaban pengurus OSIS pada akhir tahun jabatannya;
6) Mempertanggung jawabkan segala tugas kepada Kepala Sekolah selaku Ketua Pembina ;
7) Bersama- sama pengurus menyusun Anggaran Rumah Tangga.

3. Pengurus OSIS

1. Syarat Pengurus OSIS
1) Taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa
2) Memiliki budi pekerti yang baik dan sopan santun terhadap orang tua, guru, dan teman
3) Memiliki bakat sebagai pemimpin
4) Tidak terlibat penggunaan Narkoba
5) Memiliki kemauan, kemampuan, dan pengetahuan yang memadai
6) Dapat mengatur waktu dengan sebaik-baiknya, sehingga pelajarannya tidak terganggu karena menjadi pengurus OSIS
7) Pengurus dicalonkan oleh perwakilan kelas
8) Tidak duduk dikelas terakhir, karena akan menghadapi ujian akhir
9) Syarat lain disesuaikan dengan ketentua sekolah.

2. Kewajiban Pengurus

1) Menyusun dan melaksanakan program kerja sesuai dengan Anggran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga OSIS
2) Selalu menjunjung tinggi nama baik, kehormatan, dan martabat sekolahnya
3) Kepemimpinan pengurus OSIS bersifat kolektif
4) Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kepada Pembina OSIS dan tembusannya kepada Perwakilan Kelas pada akhir masa jabatannya
5) Selalu berkonsultasi dengan Pembina

3. Struktur dan Rincian Tugas Pengurus

1) Ketua

  • · Memimpin organisasi dengan baik dan bijaksana
  • · Mengkoordinasikan semua aparat kepengurusan
  • · Menetapkan kebijaksanaan yang telah dipersiapkan dan direncanakan oleh aparat kepengurusan
  • · Memimpin syuro (rapat)
  • · Menetapkan kebijaksanaan dan mengambil keputusan berdasarkan musyawarah dan mufakat
  • · Setiap saat mengevaluasi kegiatan aparat kepengurusan

2) Wakil Ketua

  • · Bersama-sama ketua menetapkan kebijaksanaan
  • · Memberikan saran kepada ketua dalam rangka mengambil keputusan
  • · Menggantikan ketua jika berhalangan
  • · Membantu ketua dalam melaksanakan tugasnya
  • · Bertanggung jawab kepada ketua
  • · Wakil ketua bersama dengan wakil sekretaris mengkoordinasikan bidang-bidang.

3) Sekretaris

  • · Bertanggung jawab atas tertib administrasi organisasi
  • · Bersama ketua menandatangani setiap surat
  • · Mendampingi ketua dalam memimpin setiap rapat
  • · Bertindak sebagai notulis dalam rapat, atau diserahkan kepada wakil sekretaris
  • · Menyiapkan laporan, surat, hasil rapat dan evaluasi kegiatan
  • · Menyiarkan, mendistribusikan dan menyimpan surat serta arsip yang berhubungan dengan pelaksanaan kegiatan
  • · Memberikan saran kepada ketua dalam rangka mengambil keputusan

4) Bendahara

  • · Bertanggung jawab dan mengetahui segala pemasukan pengeluaran uang/biaya yang diperlukan
  • · Membuat tanda bukti kwitansi setiap pemasukan pengeluaran uang untu pertanggung jawaban
  • · Bertanggung jawab atas inventaris dan perbendaharaan
  • · Menyampaikan laporan keuangan secara berkala

6) Ketua Bidang

a) Bertanggung jawab atas seluruh kegiatan seksi yang menjadi tanggung jawabnya

b) Melaksanakan kegiatan seksi yang diprogramkan

c) Memimpin rapat bidang yang diketuainya.

d) Menetapkan kebijaksanaan seksi dan mengambil keputusan berdasarkan musyawarah dan mufakat

e) Menyampaikan laporan, pertanggung jawaban pelaksanaan kegiatan seksi kepada Ketua melalui Koordinator
Pokok – pokok kegiatan bidang dapat dikembangkan sesuai dengan situasi dan kondisi daerah dan sekolah masing-masing.

F. Forum Organisasi

a. Rapat – rapat

Rapat Pleno MPK adalah rapat yang dihadiri seluruh anggota perwakilan kelas. Rapat ini diadakan untuk :

1) Pemilihan pimpinan rapat perwakilan kelas yang terdiri dari seorang ketua, seorang wakil ketua, dan seorang sekretaris

2) Pencalonan pengurus OSIS
3) Memimpin pelaksanaan pemilihan pengurus OSIS
4) Penilaian laporan pertanggung jawaban pengurus OSIS pada akhir masa jabatan
5) Acara, waktu, dan tempat rapat dikonsultasikan dengan Ketua Pembina
Rapat Pengurus

a. Rapat pleno pengurus adalah rapat yang dihadiri seluruh anggota pengurus OSIS, untuk membahas :

  • · Penyusunan program kerja tahunan OSIS
  • · Penilaian pelaksanaan program kerja pengurus OSIS tengah tahunan dan tahunan
  • · Membahas laporan pertanggung jawaban OSIS pada akhir masa jabatan

b. Rapat pengurus harian adalah rapat yang dihadiri oleh ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, untuk membicarakan dan mengkoordinasikan pelaksanaan pekerjaan sehari-hari

c. Rapat koordinasi terdiri dari :

- Rapat Koordinasi Pengurus yaitu rapat yang di adakan oleh masing-masing bidang tanpa atau dengan dihadiri oleh pengurus harian, untuk membicarakan dan mengkoordinasikan serta mengevaluasi pelaksanaan program kerja bidang masing-masing.

- Rapat Koordinasi kepanitiaan

d. Rapat luar biasa dapat diadakan dalam keadaan yang mendesak atas usul pengurus OSIS atau perwakilan kelas, setelah terlebih dahulu dikonsultasikan dan disetujui oleh pembina OSIS

G. Tata Cara Pemilihan

a. Pemilihan MPK

  • · Anggota perwakilan kelas terdiri dari 2 (dua) orang siswa tiap kelas yang dipilih secara langsung oleh anggota kelasnya yang dihadiri oleh wali kelas
  • · Anggota perwakilan kelas dapat dirangkap oleh ketua dan wakil ketua kelas

b. Pemilihan atau pembentukan pengurus OSIS

  • · Pemilihan/pembentukan pengurus OSIS diselenggarakan selambat-lambatnya 1 (bulan) setelah terbentuknya perwakilan kelas.
  • · Ketua dan wakil ketua OSIS dipilih secara langsung dalam satu paket oleh seluruh siswa dalam waktu 1 (satu) hari dan hasilnya diumumkan secara langsung.
  • · Ketua dan wakil ketua terpilih segera melengkapi kepengurusan OSIS selambat-lambatnya 1 (minggu) setelah pemilihan.

PROGRAM KERJA

OSIS  MA NURUL ULUM

PERIODE 2010/2011

A. Program umum

a. Membantu terlaksananya proses belajar mengajar di madrasah.

b. Membina siswi untuk selalu aktif dalam kegiatan intrakurukuler dan ekstrakurikuler

c. Mengembangkan keintelektualan, bakat dan minat siswi serta budi pekerti luhur

B. Program khusus

a. Ketua

  • · Mengkordinir segala aktifitas yang ada
  • · Melengkapi personalia pengurus OSIS
  • · Mengadakan rapat koordinasi setiap semester
  • · Mengadakan rapat luar biasa
  • · Mengadakan evaluasi kerja (kontroling) setiap 3 bulanan
  • · Menandatangani surat keluar
  • · Mengadakan reformasi yang bersifat kondisional
  • · Membentuk kepanitiaan OSIS
  • · Mengkoordinir pendelegasian pengurus OSIS dalam setiap acara
  • · Melakukan laporan dan konsultasi rutin dengan Pembina dan MPK.

b. Sekretaris

  • · Melengkapi dan memelihara alat-alat administrasi
  • · Mengatur jalannya administrasi
  • · Bersama Ketua menandatangani surat keluar
  • · Membuat surat.
  • · Melaksanakan pengarsipan dan dokumentasi
  • · Membuat kartu pelajar
  • · Mendampingi ketua dalam setiap rapat sekaligus jadi notulen rapat.

c. Bendahara

  • · Mengkoordinir keluar masuknya uang dengan sepengetahuan ketua
  • · Melaporkan keuangan OSIS kepada ketua
  • · Melengkapi dan memelihara alat-alat inventaris
  • · Mengkordinir pengelolaan dan pengembangan keuangan OSIS (Mencetak block note, stiker, pin, bet, dll.)

Bidang-bidang

Bidang I. Keagamaan

  • · Mengkordinir pembacaan doa sebelum dan sesudah pelajaran
  • · Mengkoordinir Tadarus dan Tahfidz Al-Qur’an
  • · Menyelenggarakan Dialog Agama
  • · Istighatsah
  • · Menyelenggarakan PHBI (Peringatan Hari Besar Islam)

Bidang II. Budi Pekerti

  • · Mengkoordinir penerapan tata tertib madrasah
  • · Mengkoordinir internalisasi nilai dan menjadi contoh bagi penerapan akhlaqul karimah di lingkungan madrasah
  • · Membentuk PKS (Patroli Keamanan Sekolah)
  • · Menangani penyanksian
  • · Menyelenggarakan kegiatan yang berhubungan dengan budi pekerti (ex. Seminar/Diskusi ttg dekadensi moral, penyuluhan bahaya narkoba dan pergaulan bebas)

Bidang III. Keilmuan

  • · Mengkoordinir pembentukan Study Club (KelompokBelajar)
  • · Mengkoordinir kegiatan pengembangan Bahasa Arab dan Inggris (Kursus, Jadwal PiketMufrodat dan Vocab).
  • · Mengkoordinir kegiatan Forum Diskusi
  • · Bedah buku

Bidang IV. WawasanKebangsaan

  • · Mengkoordinir Pelaksanaan Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN)
  • · Membentuk Kegiatan Pramuka
  • · Mengadakan Latihan Baris ber Baris (LBB)
  • · Melaksanakan Kegiatan Bakti Sosial
  • · Membentuk Kelompok Pecinta Alam

Bidang V. Kepemimpinan dan Jurnalistik

  • · Menyelenggarakan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa
  • · Ceramah Mingguan
  • · Menangani kegiatan bidang Jurnalistik (Diklat Jurnalistik, pelatihan kepenulisan, Penerbitanmading / Koran, Mempublikasikan tulisan, Menginventarisir tulisan / karya, Mengkliping Koran)
  • · Membentuk KIR (Kelompok Ilmiah Remaja)

Bidang VI. Kreasi dan Bakat

  • · PORSENI (Pekan Olah Raga Dan Seni)

o Drama

o DeklamasiPuisi

o Paduansuara

o Teter

o Kepenulisan

o Kursuskaligrafi

  • · Menfasilitasi penyaluran bakat minat siswi
  • · Mengadakan Kursus Keterampilan
  • · Mengadakan Pameran Hasil karya Siswi
  • · Menyelenggarakan pelatihan ke-wirausaha-an

Bidang VII. Pustaka danI nventaris

  • · Menangani penyelenggaraan perpustakaan.

- Mendata buku-buku perpustakaan kelas.

- Memberi label

- Melengkapi buku yang diperlukan

- Melakukan pemeliharaan (penyampulan) buku

- Melengkapi fasilitas perpustakaan

  • · Melengkapi dan Memelihara alat-alat inventaris.

- Membuat buku inventaris

- Mendata dan memberi label inventaris OSIS

- Membuat Papan Struktur OSIS

- Membuat kotak saran

- Membuat papan info

BidangVIII .Olahraga dan Kesehatan

  • · Mengkoordinir Kegiatan Olahraga.
  • · Mengkordinir kebersihan lingkungan dan kamar mandi
  • · Menjaga kebersihan sekolah
  • · Melengkapi alat-alat kebersihan
  • · Membuat jadwal piket
  • · Patroli kebersihan, keindahan Kelas.
  • · Operasi Kuku
  • · Penyuluhan Kesehatan dan Kesehatan Reproduksi.
  • · Mengadakan perlombaan di bidang olahraga, kebersihan, dan kesehatan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s